Pengolahan Limbah industri Kayu

16/07/2012Menangani pengolahan limbah industri memang penting untuk saat ini. Adanya limbah tersebut dapat menimbulkan masalah yang penanganannya selama ini dibiarkan membusuk, atau ditumpuk dan dibakar sehingga memberi dampak negatif terhadap lingkungan sehingga penanggulangannya perlu dipikirkan. Jalan alternatif yang dapat dipilih adalah menggunakannya menjadi barang yang memiliki nilai lebih dengan teknologi aplikatif dan kerakyatan sehingga hasil dari pengolahannya mudah disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat.
Hasil dari evaluasi menunjukkan adanya beberapa hal berprospek positif sebagai contoh cara teknologi aplikatif dapat diterapkan secara memuaskan dalam mengkonversi pengolahan limbah industri kayu menjadi arang serbuk, briket arang, arang aktif, arang kompos dan soil conditioning.
Penerapan teknologi pengolahan limbah industri aplikatif dan kerakyatan ini dapat dikembangkan menjadi skala besar (pilot dan komersial) baik secara teknis maupun ekonomis. Lebih lanjut keberhasilan pemanfaatan limbah dapat memberi manfaat antara lain dari segi kehutanan dan industri kayu dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku konvensional (kayu) sehingga dapat mengurangi laju penebangan/kerusakan hutan dan mengoptimalkan pemakaian kayu serta menghemat pengeluaran bulanan keluarga dan meningkatkan kesuburan tanah. Namun demikian mengubah pola kebiasaan masyarakat tidak mudah, diperlukan proses yang panjang.
Keberadaan dan peran industri sector hasil hutan terutama kayu di Indonesia,sekarang ini menghadapi tantangan yang cukup berat berkaitan dengan adanya ketimpangan antara kebutuhan bahan baku industri dengan kemampuan produksi kayu secara lestari. Bila memperhatikan kondisi hutan alam yang makin menurun berarti makin langkanya bahan baku kayu, serta besarnya tantangan berbagai aspek khususnya di sektor kehutanan (lingkungan, ekolabel, perdagangan karbon) saat ini perlu dilakukan perubahan mendasar dalam kebijakan pembangunan kehutanan, salah satu caranya dengan mengedepankan peran inovasi teknologi yang lebih berpihak kepada masyarakat khususnya industri kecil.
Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk kayu gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal, seperti industri penggergajian di Jambi yang berjumlah 150 buah yang kesemuanya terletak ditepi sungai Batanghari limbah kayu gergajian yang dihasilkan dibuang ke tepi sungai tersebut sehingga terjadi proses pendangkalan dan pengecilan ruas sungai.
Selain faktor internal, perlu diperhatikan juga faktor eksternal yang tidak kalah pentingnya seperti persaingan di pasar global yang memerlukan dukungan teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah, peningkatan produktivitas dan mutu produk. Kandungan inovasi teknologi harus dapat ditingkatkan sejalan dengan makin kompetitifnya perdagangan komoditas hasil hutan. Tanpa adanya inovasi teknologi kelangsungan hidup industri hasil hutan tidak dapat terus berjalan apabila hanya mengandalkan potensi sumber daya alam. Semoga informasi pengolahan limbah industri sektor kayu ini dapat memberikan inspiratif bagi kita.
© copyright Wastec International 2012. All rights reserved.
Online Support:
flag indo
Jasa Pembuatan Website by IKT